7 Game Dengan Biaya Pembuatan Paling Mahal di Dunia

Berbicara games, pasti kamu pernah memainkan game, bukan? bermain game memang seru apalagi sekarang sudah bisa dimainkan di HP android dengan penyajian kualitas grafis yang cukup baik. Dulu game biasa kita kenal hanya di mainkan pada komputer dan konsol Playstation, XBOX, dan Nintendo. Membuat sebuah game itu tidak mudah butuh keahlian khusus dan memerlukan waktu yang cukup lama tergantung kesulitan game yang di buat.

Game memiliki beberapa tipe diantaranya premium, freemium, dan free. Premium merupakan game yang berbayar jadi untuk memilikinya kalian harus membelinya terlebih dahulu, biasanya tipe tersebut banyak di terapkan untuk permainan konsol. Nah, selain membutuhkan waktu yang lama untuk membuat game juga memerlukan biaya atau dana pembuatan, biasanya para developer terkenal tidak main-main untuk membuat sebuah game, mereka dapat menghabiskan miliyaran bahkan triliunan rupiah. Berikut adalah game dengan biaya pembuatan paling mahal di dunia.


1. Grand Theft Auto V

Grand Theft Auto V

Game yang cukup fantastis dengan grafik yang tidak main-main yang memiliki ukuran file sekitar 60 GB. Grand Theft Auto V membutuhkan biaya produksi sekitar USD 266 juta atau setara dengan Rp 3,5 triliun. Tempat yang dijelajahi GTA V ini 5x lipat lebih besar, di dalamnya termasuk kota San Andreas dan Liberty City dari serial pendahulunya. Game ini juga terdapat fitur multiplayer yang dapat dimainkan hingga 20 orang teman.

2. Star Wars: The Old Republic

Star Wars: The Old Republic

Game di rilis pada tahun 2011 ini menelan biaya pembuatan mencapai USD 200 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Star Wars: The Old Republic adalah sebuah game MMORPG atau game RPG yang bisa dimainkan secara online yang di peruntukkan untuk PC.

3. Red Dead Redemption


Red Dead Redemption

Red Dead Redemption menelan biaya produksi USD 100 juta atau Rp 1,3 triliun. Setelah dirilis, Red Dead Redemption diakui oleh banyak pengulas, dengan pujian diarahkan pada visual game, musik yang dihasilkan secara dinamis, akting suara, gameplay, dan cerita. Dengan cepat game ini dapat memperoleh kembali uang yang mereka keluarkan untuk biaya produksi, sebab penjualan konsol PS3 dan Xbox sangat laris

4. Disney Infinity
Disney Infinity
Disney Infinity adalah action-adventure sandbox video game yang dikembangkan oleh Avalanche Software dan diterbitkan oleh Disney Interactive Studios yang dirilis pada tahun 2013 dengan biaya produksi USD 100 juta atau Rp 1,3 trilian. Disney Infinity menjadi sebuah game petualangan open world, di mana kalian akan menjelajahi dunia yang dipenuhi oleh berbagai tokoh dalam film

5. Destiny


Destiny

Game yang dirilis di seluruh dunia pada tanggal 9 September 2014 untuk PlayStation 3, PlayStation 4, Xbox 360, dan Xbox One ini menelan biaya USD 500 juta atau sekitar Rp 6.5 triliun. Game ini memadukan genre MMORPG yang akan mengajak pemain di seluruh dunia untuk melihat masa depan fantasy.

6. Tomb Raider


Tomb Raider

Game dengan biaya pembuatan paling mahal di dunia berikutnya yaitu Tomb Raider. Game ini dirilis pada tanggal 5 March 2013 untuk platform Microsoft Windows, OS X, Linux, PlayStation 3, PlayStation 4, Xbox 360, dan Xbox One. Tomb Raider menelan biaya pembuatan sekitar USD 100 juta.

7. Max Payne 3


Max Payne 3

Untuk bisa menyelesaikan game ini, membutuhkan biaya sekitar USD 108 juta. Max Payne 3 dirilis pada tanggal 20 Juni 2013 untuk PlayStation 3, PC, dan Xbox. Max Payne 3 menerima penjualan tinggi, sekitar tiga juta unit di minggu pertama pada saat rilis. Itu dinominasikan untuk beberapa penghargaan akhir tahun dari beberapa publikasi game, dan memenangkan berbagai penghargaan.

Nah, itulah 7 game dengan biaya pembuatan paling mahal di dunia yang perlu kalian ketahui, jadi hargai para developer yang ingin menyajikan gameplay terbaik untuk kalian dengan cara membeli game original, karena seperti yang kamu ketahui membuat game memerlukan biaya yang tidak murah. Mungkin saya rasa cukup, semoga bermanfaat.

7 Game Dengan Biaya Pembuatan Paling Mahal di Dunia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Musthafa Kamal